Senin, 20 Juni 2011

Cache Memory


A.  Pengertian Cache Memory
          Cache memory adalah memory berukuran kecil berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan sementara instruksi dan/atau data (informasi) yang diperlukan oleh prosesor. Boleh dikatakan bahwa cache memory ini adalah memory internal prosesor. Cache memory ini berbasis SRAM yang secara fisik berukuran kecil dan kapasitas tampung datanya juga kecil atau sedikit.

B.  Cara Kerja Cache Memory
Kecepatan cache memory
Transfer data dari L1 cache ke prosesor terjadi paling cepat dibandingkan L2 cache maupun L3 cache (bila ada). Kecepatannya mendekati kecepatan register. L1 cache ini dikunci pada kecepatan yang sama pada prosesor. Secara fisik L1 cache tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. L1 cache adalah lokasi pertama yang diakses oleh prosesor ketika mencari pasokan data. Kapasitas simpan datanya paling kecil, antara puluhan hingga ribuan byte tergantung jenis prosesor. Pada beberapa jenis prosesor pentium kapasitasnya 16 KB yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 8 KB untuk menyimpan instruksi, dan 8 KB untuk menyimpan data.
Transfer data tercepat kedua setelah L1 cache adalah L2 cache. Prosesor dapat mengambil data dari cache L2 yang terintegrasi (on-chip) lebih cepat dari pada cache L2 yang tidak terintegrasi. Kapasitas simpan datanya lebih besar dibandingkan L1 cache, antara ratusan ribu byte hingga jutaan byte, ada yang 128 KB, 256 KB, 512 KB, 1 MB, 2 MB, bahkan 8 MB, tergantung jenis prosesornya. Kapasitas simpan data untuk L3 cache lebih besar lagi, bisa ratusan juta byte (ratusan mega byte).
Prioritas penyimpanan dan pengambilan data
Dalam mekanisme kerjanya, data yang akan diproses oleh prosesor, pertama kali dicari di L1 cache, bila tidak ada maka akan diambil dari L2 cache, kemudian dicari di L3 cache (bila ada). Jika tetap tidak ada, maka akan dicari di memori utama. Pengambilan data di L2 cache hanya dilakukan bila di L1 cahe tidak ada.
Lebih jelasnya proses baca tulis data yang dilakukan oleh prosesor ke memori utama dapat dijelaskan sebagai berikut:
·         Ketika data dibaca/ditulis di memori utama (RAM) oleh prosesor, salinan data beserta address-nya (yang diambil/ditulis di memori utama) disimpan juga di cache. Sewaktu prosesor memerlukan kembali data tersebut, prosesor akan mencari ke cache, tidak perlu lagi mencari di memori utama.
·         Jika isi cache penuh, data yang paling lama akan dibuang dan digantikan oleh data yang baru diproses oleh prosesor. Proses ini dapat menghemat waktu dalam proses mengakses data yang sama, dibandingkan jika prosesor berulang-ulang harus mencari data ke memori utama.
·         Secara logika, kapasitas cache memory yang lebih besar dapat membantu memperbaiki kinerja prosesor, setidak-tidaknya mempersingkat waktu yang diperlukan dalam proses mengakses data.

C.  Cache L1 dan Cache L2
          L1 cache terintegrasi dengan chip prosesor, artinya letak L1 cache sudah menyatu dengan chip prosesor (berada di dalam keping prosesor). Sedangkan letak L2 cache, ada yang menyatu dengan chip prosesor, ada pula yang terletak di luar chip prosesor, yaitu di motherboard dekat dengan posisi dudukan prosesor. Pada era prosesor intel 80486 atau sebelumnya, letak L2 cache kebanyakan berada di luar chip prosesor. Chip cache terpisah dari prosesor, berdiri mandiri dekat chip prosesor. Sejak era prosesor Intel Pentium, letak L2 cache ini sudah terintegrasi dengan chip prosesor (menyatu dengan keping prosesor). Posisi L2 cache selalu terletak antara L1 cache dengan memori utama (RAM). Sedangkan L3 cache belum diimplementasikan secara umum pada semua jenis prosesor. Hanya prosesor-prosesor tertentu yang memiliki L3 cache.
Cache memory yang letaknya terpisah dengan prosesor disebut cache memory non integrated atau diskrit (diskrit artinya putus atau terpisah). Cache memory yang letaknya menyatu dengan prosesor disebut cache memory integrated, on-chip, atau on-die (integrated artinya bersatu/menyatu/ tergabung, on-chip artinya ada pada chip).
L1 cache (Level 1 cache) disebut pula dengan istilah primary cache, first cache, atau level one cache. L2 cache disebut dengan istilah secondary cache, second level cache, atau level two cache.

D.  Algoritma Caching
1.  Least Recently Used
Inti dari algoritma ini adalah membuang dokumen yang sudah lama tidak digunakan. Idenya adalah, dokumen yang sudah lama tidak digunakan, akan lebih kecil kemungkinannya untuk diambil kembali, sehingga tempatnya dapat digantikan oleh dokumen baru yang kemungkinan akan diperlukan kemudian. Algoritma ini dianggap mendekati agoritma yang optimal.
2.   Least Frequently Used
Algoritma ini akan mengganti dokumen yang mempunyai jumlah frekuensi penggunaan yang kecil. Jumlah dokumen yang aktif digunakan dianggap memiliki peluang paling besar untuk digunakan kembali. Algoritma ini memiliki kelemahan, karena dokumen yang pada awalnya aktif, tetapi lama tidak digunakan akan tetap dalam cache walau sudah jarang penggunaannya.
3.  First In First Out
Dasar dari algoritma ini adalah penggantian dokumen yang sudah lama berada dalam cache. Dokumen yang sudah awal dianggap tidak akan diambil lagi, sehingga digantikan oleh dokumen yang lebih baru. Kelemahannya adalah, algoritma ini akan membuang dokumen jika waktunya telah habis, walaupun ia masih aktif digunakan.


DAFTAR PUSTAKA

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/670/595, diakses pada tanggal 26 April 2011, pukul 19:23
http://gpinkom.wordpress.com/2008/06/04/cache-memory/, diakses pada tanggal 26 April 2011, pukul 19:44

Selasa, 29 Maret 2011

Belajar Bahasa Inggris Itu Mudah

Belajar Bahasa Inggris? Mungkin bagi sebagian orang belajar bahasa inggris membosankan dan sulit. Tapi belajar bahasa Inggris itu mudah asalkan kita tahu trik-trik yang sesuai untuk mempelajari bahasa inggris.
Ini cara yang aku dan teman-temanku lakukan untuk belajar bahasa inggris supaya tidak membosankan tetapi menyenangkan.
  1. Bila kamu suka mendengarkan lagu-lagu pop dalam negeri, cobalah sekali-kali kita mendengarkan lagu-lagu dari luar negeri yang berbahasa inggris. Rasa penasaran akan arti dari lirik lagu-lagu tersebut secara tidak langsung akan merangsang kita untuk mencari tahu apa arti lirik dalam lagu tersebut. Jadi secara tidak langsung kita akan belajar bahasa inggris dari lagu-lagu tersebut.
  2. Bila kamu lebih suka membaca buku, cobalah sekali-kali kamu membaca buku berbahasa inggris. Dari kebiasaan membaca buku-buku berbahasa inggris itu maka kosa kata yang dikuasai akan semakin banyak.

Cara-cara diatas merupakan sebagian cara kita untuk menambah kosa kata kita dalam bahasa inggris. Nah, untuk cara kita dapat menguasai bahasa inggris dengan cepat ikutilah trik-trik dibawah ini:
  • Biasakan untuk menghafalkan sepuluh atau duapuluh kata bahasa inggris setiap hari.
  • Pahami macam-macam tenses dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Biasakan dalam kelas atau kampus berbicara menggunakan bahasa inggris dalam bercakap-cakap atau bersendau gurau pada hari-hari tertentu.
  • Ketika sedang ber-sms-an dengan teman-teman, cobalah sekali-kali sisipkan kata-kata dalam bahasa inggris, atau jika perlu cobalah untuk mengirimkan sms dalam bahasa inggris.
  • Selalu mengulang hapalan kita setiap hari.
  • Cobalah untuk menulis dan mengartikan beberapa kalimat yang kita jumpai.

Yupz, itu sekelumit trik-trik yang biasa aku dan teman-temanku lakukan untuk belajar bahasa inggris. Meskipun masih banyak kalimat yang kadang salah tetapi kita harus selalu mencoba untuk belajar bahasa Inggris. Lebih baik salah dari pada tidak belajar sama sekali. Oke :).
Mulailah dari hari ini, jangan pernah menunggu esok hari. Semakin banyak kosa kata yang kita peroleh hari ini, semakin banyak pengetahuan yang kita peroleh hari ini tanpa harus menunggu esok.