Minggu, 08 Agustus 2010

Andaikan Hujan Ini


Hujan siang ini membasahi kebunku
Percikan air dan angin menyelusup ke dalam kamarku
Kebumen, 29 Mei 2010 13:10
Tak ada yang istimewa
Bahkan terkesan sangat biasa
Dan hujan siang ini
Masih sama seperti hujan-hujan yang lalu
Tapi entah kenapa
Setiap kupandangi hujan ini
Aku seolah menemukan kedamaian
Sebuah kedamaian yang jarang ku temukan akhir-akhir ini
Pikirku pun melayang
Andaikan hujan ini
Andaikan hujan ini dapat menghilangkan gundahku
Menghilangkan masalah yang datang
Menghilangkan sakit hati
Aku pasti ‘kan segera berlari keluar
Membiarkan tubuh ini terbasahi oleh hujan
Membiarkan beban ini hilang bersama air hujan ini
Meskipun pada akhirnya aku tahu
Semua itu tak akan mungkin

Saat semua berubah

Saat jiwa mulai teracuni
Tak ada lagi kejujuran
Tak ada lagi senyum keramahan
Tak ada lagi kebijaksanaan
Kebohongan, keserakahan dan ketamakan bagaikan jamur yang tumbuh subur
Tak butuh lagi apa itu kebersamaan
Yang ada hanya keegoisan belaka
Benteng keimanan pun mulai tergerus oleh waktu
Menyisakan puing-puing tak berarti
Moral pun tergadai dengan kesenangan dunia semata
Tontonan pun berubah menjadi tuntunan
Modernisasi dijadikan tameng westernisasi
Madrasah dan mushola mulai sepi ditinggalkan
Tempat-tempat hiburan mulai ramai didatangi
Semua berubah begitu cepat
Bagaikan tsunami yang merubah keadaaan dalam hitungan waktu
Harus ada gebrakan untuk merubah
Mulai dari diri sendiri
Sekarang, esok atau tidak sama sekali