Minggu, 24 Juni 2012

Landasan Bimbingan dan Konseling Historis, Filsafat, dan Sosial Budaya

Landasan Historis
Pengertian
Menurut Landasan Historis, Bimbingan dan Konseling adalah upaya untuk mengembangkan dan memperkuat individu melalui pendidikan, sehingga mereka dapat mengisi perannya di masyarakat.

Perkembangan layanan bimbingan di Amerika
Tahun 1898 Jessie B. Davis (konselor sekolah Detroit) mulai memberikan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA dengan tujuan: 
  1.  Mengembangkan karakternya yang baik
  2.  Mencegah dirinya dari perilaku bermasalah
  3.  Menghubungkan minat pekerjaan dengan kurikulum
Tahapan Sejarah Bimbingan
  1. Vocational Exploration : menekankan tentang analisis individual dan pasaran kerja
  2.  Metting Individual Needs : menekankan pada membanu individu agar memperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya
  3.  Transisional Proffesionalism : perhatian pada upaya profesionalisasi konselor
  4.  Situasional Diagnosis : periode perubahan dan inovasi yang memfokuskan pada analisis lingkungan dalam proses bimbingan yang hanya terpusat pada individu
Perkembangan layanan bimbingan di Indonesia
Bimbingan dan konseling terbuka pada tahun 1962 yang ditandai dengan perubahan system pendidikan di SMA yakni dengan adanya program penjurusan yang merupakan respon akan kebutuhan untuk menyalurkan siswa kejurusan yang tepat bagi dirinya secara perorangan.

Landasan Filsafat
Pengertian
Ilmu yang mempelajari kekuatan yang didasari proses berfikir dan bertingkah laku, teori tentang prinsip dan hokum dasar yang mengatur alam semesta serta mendasari semua pengetahuan dan kenyataan, termasuk didalamnya studi tentang estetika, etika, logika, metafisika, dan lain sebagainya.

Fungsi
  • Manusia mampu mengambil keputusan
  • Keputusan yang diambil adalah keputusan diri sendiri
  • Dapat mengurangi salah paham dan konflik
  • Dapat menghadapi kesimpangsiuran dunia yang selalu berubah
Prinsip
  • Berdasarkan akan pengakuan akan kemuliaan dan harga diri individu dan hak-haknya
  • Proses yang seimbang
  • Bukan prerogative kelompok khusus profesi kesehatan mental
  • Fokus membantu indivdu dalam merealisasikan potensi diri
  • Bagian dari pendidikan yang besifat individualisasi dan sosialisasi
Landasan Sosial
Pengaruh unsur-unsur budaya dapat membentuk unsur-unsur subjektif meliputi:
  • Konsep dan asosiasi
  • Sikap
  • Kepercayaan
  • Penilaian
  • Harapan dan keinginan
  • Ingatan
  • Pendapat
  • Persepsi tentang peranan
  • Stereotip
  • dan nilai

Hambatan yang muncul dalam komunikasi dan penyesuaian diri antarbudaya
  • Perbedaan bahasa
  • Komunikasi non verbal
  • Stereotip
  • Kecenderungan menilai
  • Kecemasan

0 komentar:

Poskan Komentar